iklan

YA ALLAH KU INGIN JODOH YANG TERBAIK

until_we_meet_again_by_blackjack0919-d35hiy6

Adalah suatu yang wajar jika setiap kita menginginkan jodoh kelak di kemudian hari seorang yang sempurna di sana sini. Akan tetapi apakah setiap orang akan mendapatkannya?

Bagaimana agar keinginan itu tidak sekadar angan – angan sahaja? Bagaimana pula jika ternyata kelak realitinya tidak seindah mimpi dan angan yang kita bayangkan?

JODOH ADALAH POTRET DIRI 

Ungkapan ini tidak berlebihan kiranya,kerana bukankah ada pepatah mengatakan: barang siapa menanam dia akan memetik?

Ertinya dia akan menikmati hasil jerih payah yg dia usahakan demikian juga seseorang yg berusaha menjadikan dirinya baik, menjaga dirinya dari hal-hal yang tidak baik, dan terus meningkatkan kebaikan-kebaikan diri dia akan dibalas segala  jerih payahnya.

Kalau diri kita menginginkan orang lain dalam hal ini calon jodoh kita yg baik, diapun menginginkan untuk dirinya calon jodohnya yg baik jugaa.

Maka tidak wajar kiranya jika kita berharap mendapat jodoh yg ”serba plus” sementara kita membiarkan diri kita”serba minus”.

“Wajib untuk kita selalu ingat bahawa jika kita ingin mendapatkan jodoh yg baik jadikan diri kita baik terlebih dahulu.  ‘Wanita-wanita keji adalah untuk lelaki yg keji, dan lelaki yg keji adalah untuk wanita yg keji (pula), dan wanita-wanita yg baik adalah untk lelaki yg baik dan lelaki yg baik adalah untuk wanita-wanita yg baik (pula)

(QS.An-Nur:26).

JANGAN HARAP TERIMA JADI

Seorang suami atau isteri ,tidak boleh mengharap pasangannya menjadi semakin baik, tanpa berusaha membantu pasangannya untuk itu. Ketika seorang lelaki dan perempuan bertemu dalam suatu pernikahan masing – masing datang dengan kelebihan dan kekurangan yg disandangnya, kelebihan patut di syukuri, adapun kekurangan jangan disesali.

jangan pernah berharap calon jodoh yg sempurna. kenyataannya memang tidak ada pribadi yg sempurna yg terpenting, kedua pihak yg hendak menikah adalah   yg bersedia dan punya motivasi berubah menjadi lebihi baik. Syukur-syukur sudah punya track record yg bagus.

*AKUI KELEMAHAN DIRI SENDIRI*

Ketika melihat diri, mesti jujur kita akui bahwa kita adalah hamba yg dha’if mungkin sekali segala yg nampak setelah proses ta’aruf syar’i atau terdenger tentang seseorang yg sedang kita lihat untuk di jadikan pasangan hidup adalah serba indah tak bercacat sedang apa yg disebalik itu yg tidak sampai kemata dan telinga kita. Kita tdk mengetahuinya.

Sikap yg terbaik tentu saja kita bertanya kepada yg maha mengetahui Dialah ALLAH dzat yang maha berkuasa atas segala sesuatu ALLAH berfirman,

”………Boleh jadi kamu membenci sesuatu padahal itu baik bagimu,dan boleh jadi kamu mencintai sesuatu padahal ia buruk bagimu, ALLAH maha mengetahui ,sedangkan kamu tdk mengetahui” (QS.AL-Baqarah:216).

Caranya telah di ajarkan oleh Rasulullah iaitu solat istikharah lengkap dengan do’anya.

So ingin jodoh yg baik?  perbaiki diri, jangan menghayal yang tidak-tidak, jangan berharap yang berlebihan, banyakan berdo’a, dan jangan lupa bertanya kepada yang maha tahu dan maha kuasa semoga dapat jodoh yang terbaik

 

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
ads
Tentang Penulis

"Bila hati kita terdapat niat untuk berubah itu, Alhamdulillah. Hati kita masih peka dan lembut untuk menerima sahutan itu, untuk keluar dari lumpur kejahilan" Penulis juga mempunyai blog sendiri, blog Aku Islam

» Lihat semua kiriman yang dibuat oleh

« Artikel Sebelum Ini

2 Komen Telah Pun Ditulis Buat Masa Ini

  • trimksi untuk motivasinya dn mudh bisa brmnfat

  • Izinkanlah saya menulis / menebar sejumlah doa, semoga Allaah SWT mengabulkan – KHUSUSNYA TERKAIT JODOH. Aamiin yaa Allaah yaa rabbal ‘alamiin.

    Lebih dan kurang saya mohon maaf. Semoga Allaah SWT selalu mencurahkan kasih sayang kepada kaum Muslim : yang hidup dan yang mati, di dunia dan di akhirat. Aamiin yaa Allaah yaa rabbal ‘aalamiin.

    PEMBUKA :

    Asyhaduu anlaa ilaaha illallaah wa asyhaduu anna muhammadarrasuulullaah

    A’uudzubillaahiminasysyaithaanirrajiim

    Bismillahirrahmaanirrahiim

    Alhamdulillaahi rabbil ‘aalamiin,
    Arrahmaanirrahiim
    Maaliki yaumiddiin,
    Iyyaka na’budu wa iyyaaka nasta’iin,
    Ihdinashirratal mustaqiim,
    Shiratalladzina an’amta alaihim ghairil maghduubi ‘alaihim waladhaaliin

    Aamiin

    Bismillaahirrahmaanirrahiim

    Alhamdulillaahirabbil ‘aalamiin, hamdan yuwaafi ni’amahu, wa yukafi mazidahu, ya rabbana lakal hamdu. Kama yanbaghi lii jalaali wajhika, wa ‘azhiimi sulthaanika.

    Allaahumma shalli wa sallim wa baarik, ‘alaa Sayyidinaa wa Nabiyyinaa wa Maulaanaa wa Maulaanaa Muhammadin wa ikhwaanihii minal anbiyaa-i wal mursaliin, wa azwaajihim wa aalihim wa dzurriyyaatihim wa ash-haabihim wa ummatihim ajma’iin.

    Ya Allaah, berilah shalawat serta keselamatan dan keberkahan, untuk junjungan, nabi dan pemimpin kami Muhammad SAW dan saudara-saudaranya dari para Nabi dan Rasul, dan istri-istri mereka semua, keluarga mereka, turunan-turunan mereka, dan sahabat-sahabat dari semua Nabi dan Rasul, termasuk Sahabat-Sahabatnya Nabi Muhammad semua dan semua yang terkait dengan Nabi Muhammad SAW.
    ALLAAHUMMAFTAHLII HIKMATAKA WANSYUR ‘ALAYYA MIN KHAZAA INI RAHMATIKA YAA ARHAMAR-RAAHIMIIN.

    Ya Allaah bukakanlah bagiku hikmah-Mu dan limpahkanlah padaku keberkahan-Mu, wahai Yang Maha Pengasih dan Penyayang

    RABBI INNII LIMAA ANZALTA ILAYYA MIN KHAIRIN FAQIIR.

    Yaa Rabb, sesungguhnya aku sangat memerlukan suatu kebaikan yang Engkau turunkan kepadaku.

    RABBI LAA TADZARNI FARDAN WA ANTA KHAIRUL WAARITSIN.

    Ya Allaah janganlah engkau tinggalkan aku seorang diri dan engkau sebaik-baik dzat yang mewarisi. (QS. Al-Anbiya-i': 89).

    اَللّهُمَّ اغْفِرْلِيْ وَلِوَالِدَيَّ وَارْحَمْهُمَاكَمَارَبَّيَانِيْ صَغِيْرَا

    “Allaahummaghfirlii waliwaalidayya war hamhumaa kama rabbayaanii shagiiraa”.

    “Wahai Tuhanku, ampunilah aku dan Ibu Bapakku, sayangilah mereka seperti mereka menyayangiku diwaktu kecil”.

    “Ya Tuhan kami, ampunilah aku, kedua orang tuaku, dan sekalian orang-orang mu’min pada hari terjadinya hisab (hari kiamat ).” (QS. Ibrahim: 41).

    “Ya Tuhanku, tunjukilah aku untuk mensyukuri nikmat Engkau yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada ibu bapakku dan supaya aku dapat berbuat amal yang saleh yang Engkau ridhai; berilah kebaikan kepadaku dengan (memberi kebaikan) kepada keturunanku. Sesungguhnya aku bertaubat kepada Engkau dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri.” (QS. Al-Ahqaaf: 15).

    Allaahumma innaa nas’aluka salaamatan fiddiini waddun-yaa wal akhirati wa ’aafiyatan fil jasadi wa ziyaadatan fil ‘ilmi wabarakatan firrizqi wa taubatan qablal mauti, wa rahmatan ‘indal mauti, wa maghfiratan ba’dal maut. Allahuma hawwin ‘alainaa fii sakaraatil mauti, wannajaata minannaari wal ‘afwa ‘indal hisaab.

    Ya Allaah, sesungguhnya kami memohon pada-Mu keselamatan dalam agama, dunia, akhirat, kesejahteraan/kesehatan jasmani, bertambah ilmu pengetahuan, rezeki yang berkat, diterima taubat sebelum mati, dapat rahmat ketika mati dan dapat ampunan setelah mati. Ya Allah, mudahkanlah kami pada waktu sekarat dan selamatkanlah kami dari api neraka serta kami mohon kemaafan ketika dihisab.

    Allaahumma inna nas aluka husnul khaatimah wa na’uudzubika min suu ul khaatimah.
    Ya Allaah, sesungguhnya kami memohon pada-Mu akhir yang baik dan berlindung dari akhir yang buruk.

    Allaahuma inna nas’aluka ridhaka waljannata wana’uudzubika min shakhkhatika wannaar.

    Ya Allaah, sesungguhnya kami mohon keridhaan-Mu dan sorga, kami berlindung kepada-Mu dari kemurkaan-Mu dan siksa neraka.

    Ya Allaah, terimalah amal saleh kami, ampunilah amal salah kami, mudahkanlah urusan kami, lindungilah kepentingan kami, ridhailah kegiatan kami, angkatlah derajat kami dan hilangkanlah masalah kami.

    Ya Allaah, tetapkanlah kami selamanya menjadi Muslim, tetapkanlah kami selamanya dalam agama yang kau ridhai – Islam, tetapkanlah kami selamanya menjadi umat dari manusia yang paling engkau muliakan – Sayyidina wa Nabiyyina wa Maulaanaa Muhammad Shallahu’alaihi wa alihi wa shahbihi wa ummatihi, wa baraka wassallam.

    DOA MOHON JODOH (UMUM) :

    Rabbana hablana min azwaajina, wa dzurriyyatina qurrata a’yuniw, waj’alna lil muttaqiina imaamaa.

    Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami jodoh dan keturunan sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa.

    Ya Allaah, aku mohon cukuplah Engkau saja yang menjadi pemeliharaku di dunia dan akhirat kelak. Dengarkanlah rintihan hamba-Mu yang dhaif ini. Jangan Engkau biarkan aku sendirian di dunia ini maupun di akhirat kelak. Sebab itu menjuruskan aku ke arah kemaksiatan dan kemungkaran. Maka, karuniakanlah aku seorang pasangan yang beriman, supaya aku dan dia dapat membina kebahagiaan / kebajikan hidup ke jalan yang Engkau ridhai. Dan karuniakanlah padaku keturunan yang shaalih

    DOA LELAKI MOHON JODOH :

    Rabbi hablii milladunka zaujatan thayyibatan akhtubuhaa wa atazawwaju bihaa wa takuunaa shhahibatal lii fid diini wa dun-ya wal aakhirah

    “Ya Rabb, berikanlah kepadaku istri yang terbaik dari sisi-Mu, istri yang aku lamar dan nikahi dan istri yang menjadi sahabatku dalam urusan agama, urusan dunia dan akhirat”.

    Allaahumma inni as-aluka zaujatan hasanatan jamiilatan kaamilatan wa tsabbit qalbahaa iimaanan bika wa birasuulika fid dun-ya wal aakhirah.

    DOA PEREMPUAN MOHON JODOH :

    “RABBI HABLII MILLADUNKA ZAUJAN THAYYIBAN WAYAKUUNA SHAAHIBAN LII FIDDIINI WADDUNYAA WAL AAKHIRAH”.

    “Yaa Rabb, berikanlah kepadaku suami yang terbaik dari sisi-Mu, suami yang juga menjadi sahabatku dalam urusan agama, urusan dunia & akhirat”.

    PENUTUP

    Rabbanaa aatinaa fiddun-yaa hasanataw wa fil aakhirati hasanataw wa qinaa ‘adzaabannaar wa adkhilnal jannata ma’al abraar.

    Rabbanaa taqabbal minna innaka antassamii’ul aliimu wa tub’alainaa innaka antattawwaaburrahiim. Washshalallaahu ‘alaa sayyidina wa nabiyyina wa maulaanaa muhammadin wa ‘alaa aalihi wa shahbihi wa ummatihi wa baraka wassallam.

    HASBUNALLAAH WANI’MAL WAKIIL NI’MAL MAULA WANI’MAN NASHIIR.

    Subhana rabbika rabbil ‘izzati, ‘amma yasifuuna wa salamun ‘alal anbiyaa-i wal mursaliin, walhamdulillahirabbil ‘aalamiin.

    Aamiin yaa Allaah yaa rabbal ‘aalamiin.

    Ganie, Indra – Bintaro Jaya, Tangerang Selatan, Banten